$ pwd
/home/user/praktikum
$ ls
text1 text2 text3 text4 text5
$ ls /home/user/praktikum
text1 text2 text3 text4 text5
Menampilkan daftar direktori dengan format yang panjang
Dengan tambahan -l (long) dan -a (all) untuk menampilkan daftar direktori dengan format panjang.
$ ls -al
total 24
drwxrwxr-x. 2 user group 4096 2009-08-11 21:21 .
drwx------. 35 user group 4096 2009-08-12 10:55 ..
-rw-rw-r--. 1 ian ian 24 2009-08-11 14:02 text1
-rw-rw-r--. 1 ian ian 25 2009-08-11 14:27 text2
-rw-rw-r--. 1 ian ian 63 2009-08-11 15:41 text3
-rw-rw-r--. 1 ian ian 26 2009-08-11 15:42 text4
-rw-rw-r--. 1 ian ian 24 2009-08-11 18:47 text5
-rw-rw-r--. 1 ian ian 98 2009-08-11 21:21 text6
Hasil ls-l diatas berarti:
- Kolom pertama, salah satu yang terlihat seperti sekelompok omong kosong, menunjukkan jenis file dan perizinan.
- Kolom kedua menunjukkan jumlah link (entri direktori yang merujuk ke file),
- Kolom ketiga menunjukkan pemilik file,
- Kolom keempat menunjukkan kelompok pemilik file. Kolom lain menunjukkan ukuran file dalam byte, tanggal dan waktu modifikasi terakhir, dan nama file.
Karakter pertama menunjukkan :
- d = directory
- - = regular file
- l = symbolic link
- s = Unix domain socket
- p = named pipe
- c = character device file
- b = block device file
Lalu, 9 karakter berikutnya menyatakan perizinan. Dibagi menjadi 3 grup, tiap grup 3 karakter mewakili: read, write, dan execute. Karakter tersebut mudah untuk diingat, diantaranya :
- r = read permission
- w = write permission
- x = execute permission
- - = no permission
Secara default, ls menampilkan dafar file yang diurutkan secara alfabet. Kita dapat menambahkan
pilihan untuk mengurutkannya berdasarkan waktu atau berdasarkan ukuran file. ls -lt akan
mengurutkan daftar file berdasarkan waktu (dari yang terbaru hingga terlama). Sedangkan untuk
mengurutkan berdasarkan ukuran file bisa menggunakan ls -lS (dari yang terbesar hingga yang
terkecil).
Dengan tambahan -r dapat membalikkan urutan. Misal, dengan ls -lrt berarti
mengurutkan daftar file dari yang terlama hingga yang terbaru.
Copying, moving, and deleting file
- cp digunakan untuk menyalin satu atau banyak file atau direktori.
- mv digunakan untuk memindahkan atau memberi nama baru pada satu atau banyak file atau direktori.
- rm digunakan untuk menghapus satu atau banyak file atau direktori.
- -f atau --force memungkinkan cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat ditulis.
- -i atau --interactive akan meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.
- -b atau --backup akan membuat cadangan dari file yang akan diganti direktori.
Membuat dan menghapus direktori
- Membuat banyak direktori
$ mkdir dir1 dir2
Jika ingin membuat subdirektori bersarang, maka tinggal tambahkan -p setelah perintah mkdir
$ mkdir -p d1/d2/d3
Jika pilihan -p tidak ditambahkan, maka akan terjadi error
mkdir: cannot create directory `d1/d2/d3': No such file or directory
2. Menghapus direktori
$ cp text1 d1/d2
$ rmdir -p d1/d2/d3 dir1 dir2
-p = parent (sama dengan yang digunakan di mkdir)
pasti akan muncul error
rmdir: failed to remove directory `d1/d2': Directory not empty
karena rmdir hanya akan menghapus direktori yang kosong, jadi hapus dulu file text1 di d1/d2
$ rm d1/d2 text1
$ rmdir -p d1/d2
3. Menghapus file atau direktori secara rekursif
Jika terdapat banyak file atau direktori yang ingin kita hapus, kita bisa menggunakan perintah rm dengan tambahan -r (atau -R atau --recursive)
$ rm -r d1
4. Membuat file kosong
Kita dapat membuat file kosong dengan perintah touch, bisa dengan tambahan ekstensi atau tidak
$ touch file1 file2 file3
5. Menggunakan perintah find
Perintah find digunakan untuk mencari file atau direktori, bisa dicari berdasarkan nama, tipe, atau
waktu.
$ find . -name “text”
Perintah diatas digunakan untuk mencari file di current directory dengan nama text. Untuk pencarian
berdasarkan tipe dan waktu silahkan cari sendiri :D
Kompresi file
Ketika ingin membuat cadangan, arsip atau mengirimkan file yang banyak, biasanya kita menggunakan kompresi. Dalam lingkungan linux, ada dua program yang populer untuk kompresi yaitu gzip dan bzip2. Perintah gzip menggunakan algoritma Lempel-Ziv, sementara bzip2 menggunakan algoritma Burrows-Wheeler.
1. Kompresi dengan gzip
$ cp /etc/services .
$ ls -l
$ gzip services
$ ls -l
Lihat perbedaan ukuran file services sebelum dan sesudah di kompres.
Tambahkan -d untuk dekompresi.
$ gzip -d services.gz
2. Kompresi dengan bzip2
$ bzip2 services
gunakan perintah bunzip2 untuk dekompresi file bzip2
$ bunzip2 services.bz2

